Yang hilang telah kembali

Nikmati segarnya. Selamat mencicipi yaa..

Nikmati segarnya. Selamat mencicipi yaa..

Alhamdulillaahirabbil’alamiin, bahagianyaaa…. ketika menemukan kenyataan bahwa kehilangan berujung jumpa kembali.  Bagaimana perasaan Anda ketika mengalami kejadian yang satu ini?  Begitu pula yang sedang saya rasakan kini.  :D Senangnya tiada tara ketika yang selama ini telah hilang, kembali hadir di sisi.  Hingga sumringah senyuman pun menghiasi hari ini.  Semoga ia bertahan hingga nanti, aamin.  Agar semakin bermakna hari-hari yang selanjutnya, bersamanya.

Namun, berbahagialah sekedarnya saja.  Usahlah terlalu berlebihan.  “Secukupnya, itu lebih baik”, pesan Ibunda.  Yah, saya selalu mengingat pesan demi pesan yang pernah Ibunda sampaikan.  Kemudian saya memiliki kesempatan pula untuk menitipkannya di salah satu halaman ini.  Agar ia senantiasa ada, dan abadi.  Itulah salah satu tujuan keberadaannya di sini. Sedangkan di hati, ia terus hidup, menyala, menerangi langkah demi langkah ini.  Sejak dahulu kala hingga sampai pula pada masa-masa yang berikutnya, insya Allah. Kemudian, beraneka jenis senyuman pun kembali bertebaran.  Yes!  Alangkah indahnya hidup ini, saat dapat kembali bersama-sama dengannya.

Oleh karena itulah, saya mampir kembali ke sini, saat ini.  Untuk menitipkan sekelumit kesan yang menghujani, ataupun memanasi relung sanubari.  Namun tiba-tiba ia berubah menyejukinya.  Ketika saya membacanya kembali di masa yang berbeda dari saat ini.  Damai.  Inilah salah satu harapan yang senantiasa menari-nari di fikiranku.  Iya, hanya ada damai, seperti saat ini.  Ketika sang wajah pun menyetujui, lalu tersenyumlah ia, menarik sekali.  :) :) :)

Bahagianya pertemuan ini, saat bersua kembali.  Ia membawa satu kesan yang mengingatkan saya pada waktu yang telah berlalu.  Ketika ia tiba-tiba tenggelam dalam arus waktu.  Sendu hari itu mewujud haru saat ini.  Mengapa? Tentu saja karena yang hilang telah kembali.

***

Lalu, sebenarnya yang sebelum ini menghilang dan telah kembali, apa yaa..?! Timbul tanya di dalam hati. ^^

:) :) :)

Yaa Rabbana… ^.~

Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu". (Ash-Shaffat ayat 96)

"Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu". (Ash-Shaffat ayat 96)

Oh, ternyata…
Hidup ini bukan kebetulan kann…..?
Semua sedang ADA Yang Mengatur.  Sedangkan kita terima beres.  Menjalani dengan sepenuh hati. Agar kita ridha dengan segala yang sedang kita alami, terutama detik ini?  Benar-benar perlu dipertanyakan, apabila hal ini belum terjadi.

And, bagaimana ceritanya sampai pertanyaan “Hidup ini bukan kebetulan kann…..?” saya rangkai di sini.  Siapa yang tahu jawabannya, boleh tersenyum.  Karena, saya juga masih belajar untuk mengerti padanya.

Namun, berdasarkan fakta yang saya alami, inilah penyebabnya.  Karena menurut saya, ini adalah satu keajaiban, dari banyak keajaiban yang saya temui dalam perjalanan kehidupan ini.  Semenjak dahulu hingga dalam masa yang terus melaju. Meski langkah-langkah ini masih beberapa, dan masih begitu sederhana.  Namun, saya sangat menikmatinya.  Senang dapat bersama-sama dengannya.

Baru saja, saya iseng-iseng mengotak-atik my-eighpi. Yang namanya iseng, tentu saja tanpa disengaja, kan?  Atau tanpa direncana lebih matang.  Perlahan, saya meraih sang eighpi yang sedang duduk manis di atas meja.  Keberadaannya tepat tiga puluh senti meter saja dari tempat saya berada, kini.  Saya sangat merindukannya.  Maka, saya menyapanya. Namun ternyata ia tidak langsung menyahut.  Karena dirinya terkunci.  So, saya perlu berusaha untuk menemukan di mana kunci itu berada.  Yes.  Meski samar, namun saya dapat melihat sebaris kalimat di layar sang eighpi.  Pada bagian kiri bawah pojok layar, ada satu kata “aktifkan”.  Lalu, jemari sayapun menghampirinya dengan anggun.  Setelah itu, serta merta, muncullah satu kalimat yang berbeda pada layar yang sama “Sekarang tekan * (tanda bintang)”.  Kemudian saya pun mengikuti apa yang diperintahkannya.  Hingga akhirnya tombol aktif menyala.  Sekarang, layar semakin cemerlang.

Selanjutnya, saya pun menuju barisan menu yang tersedia.  Terus ke alat kantor.  Hingga akhirnya berhenti sejenak pada file catatan. Pilih.  Akhirnya catatanpun tersenyum padaku. Pada barisan pertama, bunyinya begini:
“Mengikuti jejak matahari. Sunshine is energy.  Without the sun’s energy, there would be no light or life on earth.  Because there is life on earth.  Thanks to the light and warmth of the sun.  Journey around the sun.  Sun for life.  All living things depend on the sun’s rays.  Without the sun, there would  be no grass, trees or flowers.  Green plants could not survive without sunshine. Without plants, animals and people would have no food to eat.  Enjoying the sun.” Tertanggal 12-02-11.

Kemudian ada lagi catatan pada barisan yang ke-dua.  Begini ia bersenandung:
“Menyadari keberadaan kita yang masih menjejak di bumi. Namun, itu hanya raga. Sedangkan jiwa-jiwanya telah demikian bebas menerawang di atas sana. Angkasa menjadi temannya. Lalu fikir terus menyuguhkan hasil perjalanannya. Perginya membawa hasil. Sekarang, tiga serangkai itu tersenyum bersama di halaman ini.” Tertanggal 12-01-11.

Baru ada 2 (dua) catatan pada my-eighpi note.  Dan saya selesai membacanya, beberapa menit yang lalu. Kemudian, melintas pula pandangan ini pada tanggal-tanggal itu. Dua tanggal yang sama di bulan-bulan yang berbeda. Dari Januari ke Februari. Mereka memiliki nama yang berbeda. Namun di dalamnya ada cerita. Dari dua belas ke dua belas. Mereka memiliki nama yang sama. Namun, telah berbeda masa pula.

Hal ini mengingatkan saya pada perjalanan selama bulan-bulan tersebut.  Dari lembaran catatan yang pertama menuju lembaran catatan yang kedua, membutuhkan masa yang tidak sebentar. Perjuangan. Ya, di dalamnya ada perjuangan.! :D

Sekilas info: Oiya, sesungguhnya saya sedang menyampaikan keterpanaan akan segala yang ada dan terjadi dalam hidupku ini.  Dan beberapa detik yang lalu, saya pun selesai mendelete note tersebut dari my-eighpi note.   Karena ia telah merantau ke halaman ini.  Semoga keberadaannya di sini, membawa makna.  Dan senantiasa terjaga.  Aamin ya Rabbal’alamiin.

:D Baik-baik ya friend,?! Ku selalu merindukanmu :D

:) :) :)

Mentaripun tersenyum (8)

This slideshow requires JavaScript.

Kebahagiaan berasal dari kata bahagia.  Bahagia merupakan suatu suasana yang dialami oleh hati, fikir, dan raga.  Ketiga unsur ini, memiliki andil terpenting hingga mewujudnya kata ‘bahagia’.  Mereka adalah titik-titik penyebab bahagia.  Dan ia pula yang kembali merasakannya.  Subhanallah, indahnyaaaa… ketika ketiganya saling bersatu padu.  Lalu membentuk sebuah lingkaran yang abadi selamanya.  Oleh karena itu, bahagia tidak tercipta dengan sendirinya.  Namun, berawal dari titik-titik yang tadi.  Hati, fikir dan raga.  So, mereka perlu bersama selalu.  Agar bahagia yang sesungguhnya dapat kita (hati, fikir, raga) rasakan.  Lalu, menggandengnya dalam menjalani hari.  Keren kannn..??! Setiap kali kita bersama-sama dengannya.

Begitulah yang senantiasa kita inginkan.  Bahagia lahir dan bathin.  Sejahtera, sentosa melingkupi jiwa dan raga ini.  Namun ternyata, jalan untuk mencapainya, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.  Yang hanya membutuhkan waktu kurang dari se-detik saja, untuk melakukannya.  Namun, siapa bilang tidak mudah itu sulit?  Ini hanya tentang persepsi. Engga selamanya tidak mudah itu sulit lho ya.  Why?  Karena ia kembali lagi kepada pribadi kita masing-masing.  Bukankah tiada yang dapat membuat kita bahagia, apabila kita tidak menginginkannya.  Lalu, demikian pula sebaliknya. Tidak ada yang mampu men-tidak bahagia-kan kita, saat kita tidak membutuhkannya.  It’s back to ourself.  Semuanya kembali lagi kepada diri kita masing-masing.  Untuk menjadi bahagia seperti ini pilihan, bukan? So, apakah Anda bahagia saat ini?

Seperti halnya orang lain, kita-kita juga merasakan hal yang sama seperti yang mereka alami.  Ketika mereka berhak untuk bahagia, maka kita pun sama. Lalu, ketika saat ini mereka tersenyum ceria karena begitu bahagianya.  Why not, for us?  Kita bahagia bukan hanya karena menerima sesuatu pemberian dari orang lain.  Namun, karena memberi itulah yang menyebabkan kita bahagia.  Maka, dengan cara demikian,  kita dapat menarik kesimpulan bahwa ada satu kata yang cantik sebagai salah satu kunci  untuk merasakan kebahagiaan, yaitu ‘memberi’.  Memberi apa?  Bebas. Tergantung pada diri kita lagi. Namun, ada yang lebih mudah dan tiada membutuhkan materi untuk melakukannya. Tersenyumlah, niscaya engkau bahagia. Heheee, saya sedang melakukan hal yang sama. :D

Saya kembali tersenyum ketika merangkai kalimat demi kalimat saat ini.  Karena saya memilih untuk berbahagia.  Sehingga saya merasakannya dengan sepenuh hati.  Semudah inikah untuk bahagia?  Yes! Sure.  Tersenyumlah, maka engkau bahagia.  Cobain dech…. dijamin sukses! :D Oia, alangkah bagusnya, “Sebelum tersenyum, kita membaca Bismillah dulu yaaa…,” pesan Ibunda.

Karena bahagia ini penting dalam kehidupan, maka kita sangat membutuhkannya. Seperti halnya kebutuhan kita akan minuman, ketika dahaga hadir seketika. Maka apabila hal ini terjadi, minumlah. Lalu, saat lapar menjelang makanlah. Begitu pula ketika matamu berkilau-kilau karena memandang silaunya mentari hari ini, maka tundukkanlah ia. Pandanglah kembali ke bumi. Iyaa, dengan begitu kita dapat merasakan kedamaian. Ketika damai sudah menaungi, tersenyumlah. Saat senyuman itu mengembang, rasakanlah kebersamaan dengannya. Nikmatilah waktumu. Enjoyourtime. Biasanya juga bisa, bisa juga karena biasa.  Yes, sure!

:) :) :)

Suara harapan

Wahai sahabat… dengarkanlah meski sejenak,

ku telah menulis beberapa bait tulisan sebagai prasasti eksistensi,

ku telah menyusun beberapa rangkaian kata untuk kita selami,

ku mempersembahkan dengan sepenuh hati ini,

beriringan senyuman yang bertebaran menghiasi,

yaa… wajahku sedang tersenyum ketika menyusun luapan ini,

ia berasal dari dalam sanubari, ….. sekepinghati,

:) ….. :)

Wahai sahabat, hayatilah meski waktumu tidak berlebihan,

ku ungkapkan curahan perasaan,

ku berai ia mewujud buah tangan,

ku berikan untuk sahabat sekalian,

perlambang jalinan persahabatan

yang tetap bertahan dan terus kita perjuangkan,

ya….. ikatannya untuk abadikan persatuan,

ia berawal dari satu kata, ….. harapan,

:) :) ….. :) :)

Wahai sahabat, nikmatilah meski sederhana,

ku hanya ingin menata bahasa jiwa,

ku mau terus merangkai kata-kata

ku harap temukan makna,

sebagai tambahan tanda mata,

atas kebersamaan kita,

yaa….. untuk saling menjaga,

ia bermula dari sebuah jiwa,

:) :) :) ….. :) :) :)

Wahai sahabat, bergeraklah meski beberapa langkahmu,

ku tahu engkau mampu,

ku ingin bersamamu,

ku senang berjalan denganmu,

ku mau menjadi penyemangatmu,

ku akan menyerap kekuatanmu,

ku yakin engkau miliki banyak persediaan ilmu,

lalu memancarkan semua itu,

yaa….. untuk saling membantu,

ia berasal dari Qalbu….

:) :) :) :) ….. :) :) :) :)

Wahai sahabat, suara alam memanggilku kembali untuk terus berjalan,

memenuhi sapaannya yang bersahut-sahutan,

menuju pelosok yang jauh dari keramaian,

sangaaat dekat dengan kedamaian,

berbalut kesejukan,

yaa….. bersamanya membuatku bergumam pelan, “Sungguh, inilah alam, suaranya berisi harapan.”

:) :) :) :) :) ….. :) :) :) :) :)

Wahai sahabat, terimalah sebagai kenang-kenangan,

aneka tanda mata sebagai hasil perjalanan,

:) :D :)

This slideshow requires JavaScript.

Our home sweet home

Home sweet home

Welcome to our Home Sweet Home

Ya, itulah bedanya.  Kita perlu mengerti semua ini, lebih sering lagi.  Karena, tiada detik yang tanpa bermakna.  Setiap hadirnya pasti meninggalkan berbait-bait pesan.  Untuk kembali kita cerna, lalu memprasastikannya dengan sepenuh hati.  Dengan seluruh kemampuan yang ada.  :D Agar dapat pula menjadi pengingat diri, setiap kali ia membutuhkan nasihatnya kembali.  Iya, begini pesan hari ini.

I like to share with you.  Because of you are my friend.  And I am happy to be with you until now, and later, in here. I hope this help me, help you and help others people to smiling now.  Then, let’s continue our steps.  Ya, one day for one step.  And like this.  Today, I come here to leave one of them.  For enjoyourtime.

And for this best opportunity, I will not count how many words that arrange.  Because of I wish to write, only.  Although more of them not exquisite yet.  But, suspense, you can fill it that balance word. And I still learn to understand you, and this life too.  So, it’s very precious time for me together with you.  :)

Why I do this one? Because I believe that you known all, more than me.  And understand more about this life, right? I told like this because I wish learn more from you.  For our more beautiful smiles. Together, in a long time.  This heard very nice, yaa…

Beside that, this activity will make our future better than today.  I hope more for this one.  Why I still be in here.  Yeah, accompany you spending your time, when you are visiting.  And this place be ours.  Because you and me are here.

:) :) :)