Alhamdulillaahirabbil’alamiin, bahagianyaaa…. ketika menemukan kenyataan bahwa kehilangan berujung jumpa kembali. Bagaimana perasaan Anda ketika mengalami kejadian yang satu ini? Begitu pula yang sedang saya rasakan kini.
Senangnya tiada tara ketika yang selama ini telah hilang, kembali hadir di sisi. Hingga sumringah senyuman pun menghiasi hari ini. Semoga ia bertahan hingga nanti, aamin. Agar semakin bermakna hari-hari yang selanjutnya, bersamanya.
Namun, berbahagialah sekedarnya saja. Usahlah terlalu berlebihan. “Secukupnya, itu lebih baik”, pesan Ibunda. Yah, saya selalu mengingat pesan demi pesan yang pernah Ibunda sampaikan. Kemudian saya memiliki kesempatan pula untuk menitipkannya di salah satu halaman ini. Agar ia senantiasa ada, dan abadi. Itulah salah satu tujuan keberadaannya di sini. Sedangkan di hati, ia terus hidup, menyala, menerangi langkah demi langkah ini. Sejak dahulu kala hingga sampai pula pada masa-masa yang berikutnya, insya Allah. Kemudian, beraneka jenis senyuman pun kembali bertebaran. Yes! Alangkah indahnya hidup ini, saat dapat kembali bersama-sama dengannya.
Oleh karena itulah, saya mampir kembali ke sini, saat ini. Untuk menitipkan sekelumit kesan yang menghujani, ataupun memanasi relung sanubari. Namun tiba-tiba ia berubah menyejukinya. Ketika saya membacanya kembali di masa yang berbeda dari saat ini. Damai. Inilah salah satu harapan yang senantiasa menari-nari di fikiranku. Iya, hanya ada damai, seperti saat ini. Ketika sang wajah pun menyetujui, lalu tersenyumlah ia, menarik sekali.
Bahagianya pertemuan ini, saat bersua kembali. Ia membawa satu kesan yang mengingatkan saya pada waktu yang telah berlalu. Ketika ia tiba-tiba tenggelam dalam arus waktu. Sendu hari itu mewujud haru saat ini. Mengapa? Tentu saja karena yang hilang telah kembali.
***
Lalu, sebenarnya yang sebelum ini menghilang dan telah kembali, apa yaa..?! Timbul tanya di dalam hati. ^^


